Home » , » Siswa Sebagai Subyek Belajar

Siswa Sebagai Subyek Belajar


Menurut berbagai penelitian, belajar yang efektif hanya akan terjadi jika siswa turut aktif dalam merumuskan serta memecahkan berbagai masalah. Siswa adalah salah satu komponen yang menempati posisi sentral dalam proses pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Di dalam proses pembelajaran siswa sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Dalam hal ini, selama proses pembelajaran siswa ditempatkan sebagai subjek belajar, bukan sebagai objek. Pandangan yang menganggap siswa sebagai objek belajar adalah sebuah kekeliruan, karena dengan penempatan ini berarti mengajarkan siswa untuk pasif. Sedangkan pengertian siswa sebagai subyek mengarahkan agar siswa lebih aktif selama proses pembelajaran. Hal ini selaras dengan sistem pengajaran modern yang menempatkan siswa sebagai pihak yang aktif dalam membentuk pengetahuannya sendiri (Ibrahim dan Suparni, 2008).


Menurut teori metakognisi bahwa siswa yang belajar mestinya memiliki kemampuan tertentu untuk mengatur dan mengontrol apa yang dipelajarinya (Uno, 2008). Secara rinci Woolfolk dalam Uno (2008) mengatakan bahwa kemampuan itu meliputi empat jenis, yakni kemampuan pemecahan masalah, kemampuan pengambilan keputusan, kemampuan berfikir kritis, dan kemampuan berfikir kreatif. Apabila keempat kemampuan tersebut dapat dikembangkan oleh siswa melalui proses pembelajaran, dapat diperkirakan bahwa kualitas hasil belajar siswa paling tidak akan memenuhi tuntutan masyarakat dewasa ini. Jika ini dapat diwujudkan, maka siswa akan menjadi output pendidikan yang memiliki karakter kemandirian dalam berfikir, berani mengambil keputusan, jujur, serta memiliki kreativitas yang tinggi.

Selama ini, karakter ini barulah sebatas impian, sebab model pembelajaran yang diberikan kepada siswa masih bersifat monoton dan kaku. Hal ini tentunya akan menghambat kemampuan berfikir kritis, berfikir kreatif dan pemecahan masalah siswa. Hal ini juga selaras dengan peraturan Permendiknas tentang prinsip pelaksanaan kurikulum, yakni siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.


Ibrahim dan Suparni. 2008. Strategi Pembelajaran Matematika. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Uno, B. H. 2008. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

1 komentar:

  1. Bagaimana cara atau kiat jitu menjual kaos Dakwah, yuk kita simak tulisan ini: Kiat Jitu Merintis Pabrik Kaos Dakwah

    Mau Cari Bacaan Cinta Generasi Milenia Indonesia mengasikkan, disini tempatnya:
    Fashion

    ReplyDelete

Popular Posts

 
Support : facebook | twitter | a-DHA White Series
Copyright © 2013. Moving Forward - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger