Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

How to Write Good Scientific Article [Part 1]: Membaca Efektif dan Teknik Sitasi


Hallo, kali ini saya ingin berbagi tentang academic writing. Inshaa Allah akan dibuat menjadi beberapa part. Salah satu tantangan mahasiswa dan dosen saat ini adalah publikasi ilmiah. Tujuannya bukan hanya memenuhi luaran tugas akhir atau penelitian tetapi juga lebih dalam merupakan kewajiban akademisi agar berperan aktif dalam aliran knowledge. Dengan cara ini knowledge yang diperoleh dapat ditransfer kepada masyarakat luas melalui publikasi. Untuk menulis sebuah artikel ilmiah yang baik, terdapat setidaknya empat hal dasar yang harus dikuasai, yaitu memahami teknik membaca efektif, teknik sitasi, free plagiarism, dan praktek tentu saja.

Membaca efektif
Membaca adalah proses memahami pesan yang disampaikan oleh penulis baik berupa pesan teks, gambar, grafik, ataupun tabel. Mengapa dalam menulis artikel ilmiah perlu kemampuan membaca efektif? Berdasarkan pengalaman saya menulis sebuah artikel publikasi jurnal atau prosiding, dibutuhkan membaca banyak referensi terutama dari sumber jurnal. Saya tidak pernah menghitung secara pasti berapa jumlah minimal jurnal yang saya baca untuk membuat satu artikel, puluhan paper tentunya. Jika anda submit di jurnal terindeks maka referensi dari jurnal internasional terindeks sangat direkomendasikan. Untuk bagian tips publikasi saya akan bahas dalam sesion lain ya.
Dengan kesibukan yang padat, saya tidak bisa membaca keseluruhan paper secara rinci. Maka disinilah dibutuhkan teknik membaca efektif. Biasanya tidak lebih dari 5 paper yang saya baca dan pahami secara detail sebagai rujukan utama. Metode membaca efektif yang saya pakai adalah fokus mencari apa yang saya inginkan atau apa yang ingin diketahui. Screening mulai dari judul, abstrak, dan mulai mencari dalam bab atau sub bab. Jika abstrak sudah tidak sesuai maka selanjutnya tidak saya baca. Adanya outline atau pertanyaan untuk dijawab untuk dituliskan dalam artikel, sangat membantu untuk bisa menemukan dengan tepat apa yang saya cari.
Saya menggunakan software Mendeley untuk membaca e-book atau jurnal karena sangat mudah diberikan highlight, komentar, dan dibuat sitasinya.  Usually, saya perlu membaca referensi tersebut secara berulang-ulang di waktu berbeda, sehingga pemberian tanda sangat memudahkan menemukan referensinya kembali saat dibutuhkan. Summary dibuat dalam bentuk matriks untuk membuat kajian pustaka dan untuk menemukan novelty. Pembuatan matriks summary ini umumnya dilakukan saat akan submit ke jurnal at least nasional terakreditasi atau menyusun proposal penelitian.

Teknik sitasi
Sitasi dan plagiarism free saling berkorelasi. Plagiarism dapat dihindari dengan teknik sitasi yang baik. Sitasi adalah cara atau teknik pengutipan referensi yang mengacu pada hasil karya orang lain baik yang telah ataupun belum dipublikasikan. Fungsi sitasi adalah untuk menghindari plagiasi, menghargai karya orang lain, memperkuat alasan atau argumen dalam kalimat kita, menjaga kesinambungan perkembangan penelitian dari tahun ke tahun, dan meningkatkan peluang artikel dipublikasikan atau proposal didanai. Terdapat beberapa bentuk sitasi, yaitu :
1. Sitasi langsung, jika kita mengutip tulisan orang lain tanpa mengubah sedikitpun kata-kata atau susunan kalimatnya, jenis sitasi ini harus dilengkapi dengan tanda kutip “.....”.
2. Parafrase, jika kita menuliskan kembali gagasan atau ide orang lain dengan bahasa kita sendiri tanpa mengubah makna dari si penulis. Teknik ini yang paling sering saya gunakan.
3. Sitasi primer, jika gagasan yang dikutip berasal dari sumber bacaan pertama, dimana gagasan berasal dari pemikiran langsung author. Minimal 80% rujukan harus berasal dari sitasi primer.
4.  Sitasi sekunder, pengutipan gagasan dari sumber bacaan kedua, dimana author merujuk kapada penulis lain. Ditandai dengan adanya sitasi dalam kalimat gagasan yang dituliskan oleh author. Contoh sitasi sekunder: Andi dalam Hanifawati (2010) menyebutkan bahwa .....
Dari semua jenis sitasi tersebut, wajib dicantumkan sumber rujukan referensinya dalam body teks dan daftar pustaka sesuai dengan style sitasi yang ditentukan oleh publisher. Style sitasi dapat mengacu kepada APA Style, Harvard Style, IEEE Style, Chicago Style, dll. Saya rekomendasikan anda menggunakan tools Mendeley untuk menuliskan sitasi.

Sitasi dengan menggunakan Mendeley
Kelebih tools sitasi Mendeley adalah mudah digunakan, dapat mengenali atribut seperti nama penulis, nama jurnal, judul artikel, dll dari artikel pdf atau website secara otomatis, dapat disinkronisasi dengan berbagai device seperti MS word, browser khusus Chrome, memiliki space gratis sebesar 2 GB untuk menyimpan koleksi paper yang akan dibaca dan disitasi, memiliki pilihan style sitasi yang banyak. Adapun untuk menggunakan tools ini anda hanya perlu mendownload aplikasi mendeley secara gratis di http://mendeley.com. Kemudian buatlah akun untuk sinkronisasi mendeley dengan device anda. Instal mendeley pada laptop/komputer, lalu instal mendeley MS word plugin untuk sinkronisasi mendeley di MS Word, dan instal mendeley web importer untuk sinkronisasi mendeley dengan browser. 


Praktek
Cara terbaik untuk mampu menulis dengan baik selanjutnya adalah: praktek. Tentang tips menulis efektif pernah saya share di blog ini. Silahkan dapat dibaca kembali artikel How to Write a Lot.

Download materi teknik sitasi disini PDF


Mengelola Keuangan dengan Investasi


Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari penghasilan secara baik, membelanjakan harta secara hemat dan menyisihkan tabungan sebagai persediaan di saat kekurangan dan kebutuhannya.” (HR. Muttafaq ‘Alaih).


Tung Desem Waringin dalam bukunya Life Revolution menyebutkan bahwa orang yang bermental kaya, menengah, dan miskin, dibedakan dari cara mereka membelanjakan uang. Orang bermental miskin saat mendapat uang langsung menghabiskannya, jika ada sisa disisihkan untuk beramal atau investasi. Mental menengah akan menyisihkan sebagian untuk ditabung atau diinvestasikan, sisanya dihabiskan. Sayangnya, saat hasil investasinya sudah terkumpul dihabiskan untuk membeli barang konsumtif. Sedangkan orang bermental kaya akan menyisihkan terlebih dahulu uangnya untuk beramal dan investasi, sisanya dihabiskan. Jika uang sudah terkumpul ia manfaatkan untuk investasi kembali atau membeli barang/jasa produktif. Kategori barang/jasa produktif adalah yang mampu memberikan income, termasuk berupa intangible asset seperti seminar atau pendidikan. Termasuk mental yang manakah kamu?

Seorang entrepeneur muslim harus memiliki mental kaya, mendapatkan penghasilan dengan cara halal, membelanjakannya dengan baik, dan menyisihkannya untuk kebutuhan di masa datang. Mental kaya bukan tentang banyak sedikitnya uang yang diperoleh, tapi bagaimana mengelola uang dari banyak sedikitnya uang yang dimiliki. Langkah awal yang harus dilakukan adalah alokasi pendapatan berdasarkan pengeluaran penting, sebagai contoh 5% untuk sedekah, 20% untuk investasi, 10% untuk cadangan dana darurat, 15% hiburan, 45% untuk kebutuhan pokok. Besaran alokasi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan. Poin pentingnya adalah sisihkan terlebih dahulu untuk sedekah dan investasi. Mari kita belajar untuk menumbuhkan pendapatan, untuk memiliki mental kaya dari hal yang paling sederhana: mengelola uang.

Pertanyaannya adalah diinvestasikan ke mana uang saya? Ada dua jenis pendapatan, yakni aktif income dimana kamu mendapatkan uang dari hasil usaha sendiri dan pasif income dimana kamu mendapatkan uang dengan cara mempercayakan pengelolaan uang pada usaha orang lain atau usaha kamu sendiri yang sepenuhnya dikelola oleh orang lain. Berkembangnya start up fintech atau financial technology sangat mempermudah kita untuk menumbuhkan pasif income. Sebut saja ada bibit id, bareksa.com, klikmami.com, indopremier.com, Bukalapak dan Tokopedia juga menyediakan menu investasi kerjasama dengan bareksa dan platform investasi lainnya. Atau sebut lagi ada Tani Joy dan i-Grow, crowdfunding investasi di sektor peternakan dan pertanian; investproperti.id, crowdfunding syariah untuk investasi dalam sektor proverty; dan masih banyak lagi. Semua platform investasi tersebut trusted karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Apapun start up investasi yang kamu pilih nantinya pastikan mereka terdaftar di OJK.

Saya menyarankan mahasiswa untuk belajar memiliki pasif income karena sangat fleksible dengan berbagai kesibukan sebagai mahasiswa. Bagaimana memilih investasi yang tepat? Pertama, kenali berapa besar kemampuan budget awal. Jika budget kecil misalnya dibawah Rp100.000 maka dapat memilih produk investasi pasar uang. Pembelian minimun pertama dan selanjutnya untuk kategori produk ini mulai dari Rp10.000, misalnya di bibit.id atau Bukalapak. Platform lain umumnya memberikan batasan minimum pembelian pertama dan selanjutnya sebesar Rp100.000 untuk kategori pasar uang. Produk pasar uang memiliki risiko paling rendah dibandingkan produk lainnya. Namun return produk ini paling kecil dan stabil sekitar 3-6% per tahun dari deposito.

Jika budget awal kamu >Rp100.000, maka dapat memilih produk investasi kategori pendapatan tetap, campuran, atau saham yang umumnya memiliki risiko menengah ke bawah dan menengah ke atas. Khusus saham umumnya memiliki risiko tinggi. Risiko pada investasi umumnya sebanding dengan return (keuntungan). Produk kategori risiko menengah dan tinggi memiliki return lebih tinggi hingga 18% per tahun. Kamu dapat memilih berbagai platform investasi yang saya sebutkan di atas untuk menemukan kategori produk pendapatan tetap, campuran, atau saham. Kamu juga bebas memilih produk investasi syariah atau non-syariah.

Khusus untuk pemula saya menyarankan untuk memilih investasi dengan risiko rendah atau menengah ke bawah pada kategori produk pasar uang atau pendapatan tetap. Jenis investasi ini juga paling cocok untuk investasi jangka pendek. Kemudian pilih produk investasi dengan biaya pembelian dan biaya penjualan 0%. Kelebihan investasi pada platform-platform fintech investasi saat ini adalah modal awal kecil, sangat bisa disesuaikan dengan kemampuan setiap orang, produk dapat dibeli setiap bulan, jumlah pembelian bulanan juga bebas sesuai kemampuan dan dalam kondisi mendesak, kamu dapat segera menjualnya kapan pun.

Jika kamu memiliki budget investasi awal yang lebih besar kisaran 1-5 juta, maka kamu dapat memilih investasi bisnis dalam bentuk crowdfunding seperti Tani Joy, i-Grow, atau Investproperti. Satu poyek bisnis yang ditawarkan umumnya membutuhkan modal besar dari puluhan hingga ratusan juga rupiah. Dengan sistem crowdfunding mereka dapat menghimpun modal-modal kecil dari beberapa investor sehingga terkumpul sejumlah modal yang dibutuhkan. Adapun keuntungan usaha dibagi berdasarkan jumlah modal yang ditanam setiap investor. Platform ini menawarkan minimal investasi dalam bentuk slot, di mana harga 1 slot antara 1 – 5 juta tergantung proyek yang ditawarkan. Kamu bebas untuk membeli berapa pun slot. Jangka waktu investasi ditentukan, selama jangka waktu tersebut modal tidak bisa diambil karena digunakan untuk perputaran bisnis. Keuntungan diberikan setiap tahun tergantung pada jenis proyek. Investasi ini memiliki risiko tinggi, namun ekspektasi returnnya juga tinggi berkisar antara 10 – 30% per tahun tergantung pada jenis proyek yang ditawarkan.

Attitude is a reflection of character and character is a reflection of habit. Jika kamu ingin memiliki karakter entrepreneur maka miliki habit entrepreneur, miliki mental entrepreneur. Kebiasaan untuk mengalokasikan aset atau pendapatan dari sejak dini Insya Allah akan menjadi habit di masa mendatang. Dan ini bukan tentang jumlah uang yang dimiliki, ini tentang kemampuan untuk mengelola uang yang dimiliki. Yuk mulai berinvestasi.

[Artikel ini telah dimuat di Majalah SUMMBA, Suara Mahasiswa UMBandung Edisi 01 November 2019, dengan sedikit perubahan judul]


image source: https://www.docusign.com.br/blog/gestao-imobiliaria/

Persistence



To be a success we need to have persistence of drive, vision, and action. We can overcome everything with persistence. Our persistence allows to learn from challenges and breakthrough to the next level. Sometimes, we face difficulties in doing something. The significant barriers make us feel to stop or retreat, but we decided to survive and go ahead. It is persistence, the ability to keep the spirit alive, stay active and keep fight for what we want to achieve. Even when we fail, we keep trying.

The key of persistence is passion. When we really love what we do. Enjoy spending time on that and struggling to keep in touch with this. It has great benefits for us. Maybe it is our hobby or something we like most. Yes, we found our passion. I do not know what exactly my passion. I have many dreams and I am an ambitious one. I will try hard to achieve my dreams.

From my experiences, I have lesson at least two things. First, the more I have wanted something, the more passionate I was about it, and the more persistence I have to achieve it. Second, I have set my priorities on something that makes me happy and has the most significant impact on me and others. If something or someone gives unhappiness and disadvantages, I will leave and never come back.

So, if you want to achieve your dreams, knowing your passion, then answer clearly what you really wanted? What are your life goals? Whom do you need to talk or help? What do you need to do to make this happen? Think clearly, set clear, but do slowly. You have to be patient in your process.

source of picture : https://www.marj3.com


Bandung, 4 November 2019
This article to remind my self... when something disturbs my focus

Tepat 10 Tahun


Tepat 10 tahun saya mengelola blog ini. Blog terlama yang pernah saya kelola. Saya pernah mengelola 5 blog yang berbeda. Terima kasih untuk visitors yang selalu meramaikan statistik kunjungan laman saya. Tahun 2014 statistiknya menembus angka >60.000 kunjungan laman per bulan dan sekarang karena jarang diupdate hanya sekitar 19.000-20.000 kunjungan laman per bulan.

Hanya satu harapan saya, bahwa apa yang saya tuliskan disini bermanfaat untuk pembaca. Saya sangat suka menulis sejak sekolah dasar. Saat itu saya hanya menulis di buku catatan sekolah atau di buku harian. Banyak sekali buku diary yang saya miliki. Sampai usia high school saya masih menulis diary. Saat kuliah bachelor, teman saya memperkenalkan blog dan saya mulai belajar menulis di blog, belajar secara otodidak dari mulai membuat, mengisi konten, dan mengedit template. Tujuan saya saat itu hanya satu, hobi menulis saya tersalurkan.

Seiring waktu saya mulai menulis konten yang lebih bermanfaat. Dari sekedar menulis menjadi berbagi inspirasi, berbagi pengalaman. Suatu saat seorang teman pernah bertanya, “topik apa yang kamu tulis sampai statistiknya 60.000 per bulan.” Saya bilang saya tidak punya konten yang spesifik. Random berdasarkan apa yang saya alami, saya baca, dan saya rasakan saat menulis. Saya menulis di blog seringkali untuk refresh dari pikiran yang penat. Saya bahagia saat menulis. Bahkan seringkali cara saya untuk break dari setumpuk deadline yang menguras energi adalah dengan menulis. Saya justru capek ketika melakukan traveling. Meskipun refersihing seperti itu terkadang butuh juga. Jadi pada akhirnya menulis menjadi sebuah kebutuhan.

Hobi ini pada akhirnya sangat bermanfaat dalam mendukung karir saya sebagai dosen. Salah satu kewajiban saya adalah melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Diantara tiga Tri Darma untuk dosen, penelitian adalah bidang yang paling saya sukai. Why? Passion menulis saya dapat disalurkan dengan baik disini meskipun sangat berbeda antara gaya menulis dengan topik random dan menulis naskah publikasi ilmiah. Dari satu penelitian setidaknya saya dapat membuat 1-3 naskah publikasi baik untuk prosiding maupun jurnal yang semuanya lolos auto plagiarism. Jika pun terdeteksi adanya auto plagiasi biasanya tidak lebih dari 5% dan masih dapat dikurangi dengan teknik parafrase yang baik.

At least sejak tahun 2014 ada  10 naskah publikasi yang sudah dibuat baik yang sudah terbit maupun yang sudah accepted namun belum dipublikasikan. Tidak termasuk laporan skripsi dan tesis ya hahah... Ditambah 2 buku antologi, yang satu sudah diterbitkan oleh Dee Publish yang satu masih tahap editing oleh penerbit Rumedia. Saya masih berencana untuk menulis beberapa buku bahan ajar di masa mendatang. Insha Allah.

Tahun 2014, saya dan beberapa orang teman dari beberapa kampus UGM, IPB, Universitas Brawijaya, dan ITB mendirikan sebuah komunitas bernama Indonesia Membaca. Tujuannya adalah untuk membangun habit membaca masyarakat Indonesia. Jadi disamping saya suka menulis, saya juga suka membaca. Membaca dan menulis adalah dua aktivitas yang tidak dapat dipisahkan. Terlebih jika itu berkaitan dengan menulis publikasi jurnal. Aktivitas di Indonesia Membaca, selain membaca juga menulis. At least setiap member membaca minimal 1 buku per bulan dan menuliskan resumenya untuk dishare di grup komunitas, sosial media dan blog komunitas. Membernya sangat beragam dari mulai pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, sampai profesional. Sayangnya tahun 2018 saya memutuskan keluar dari komunitas ini karena aktivitas di kampus yang sangat padat.

Seiring waktu saya pun dapat menghasilkan uang dari menulis. Bisnis online saya pertama kali di tahun 2011 berawal dari saya suka menulis review produk kosmetik di blog dan sosial media. Karena banyak yang menanyakan produknya jadilah saya jualan. Awalnya hanya di blog, lalu sosial media, lalu marketplace. Saya mendapatkan banyak reseler dari sana, namun pada akhirnya saya memilih untuk fokus studi mengejar mimpi saya yang lain dan bisnisnya saat ini masih diteruskan oleh kakak. Penelitian saya hampir semuanya didanai melalui grant, hanya saja butuh effort untuk menulis proposal yang baik. Buku tidak saya hitung sebagai penghasilan karena komitmen dengan teman-teman bahwa 100% keuntungan untuk kegiatan sosial. Dari blog ini juga lumayan, sejak terdaftar di google adsense ada fee dari iklan-iklan yang masuk. Tapi ini mah tidak perlu dihitung juga yah karena sangat receh hahah...

So, apa yang ingin saya sampaikan adalah setiap orang memiliki passion yang unik. Teruslah untuk menggali minat dan bakat kamu. Bukan untuk uang namun untuk kebahagian kamu sendiri. Percaya deh uang akan mengikuti passion kamu seiring usaha yang kamu bangun untuk mengasah itu menjadi bagian hidup yang lebih bermanfaat untuk orang lain. Selama menulis saya tidak pernah berfikir tentang uang. Bahkan mungkin kadang kala saya merelakan waktu yang seharusya bisa dapat uang hanya untuk menulis topik-topik receh dan random. Momen nya itu yang saya nikmati. Dan pada akhirnya Allah yang memampukan saya untuk menulis pun memberikan limpahan rejeki lainnya atas itu. Alhamdulillah.
my private doc

Review Speaky


Privat Doc. 2014
Hei, saya mau mereview salah satu app yang cukup bagus buat belajar bahasa Inggris, Speaky. Kamu dapat menemukan aplikasi ini di Playstore. Gratis meskipun ada juga paid account untuk member premium. Bedanya apa? Tidak ada bedanya karena saya sudah mencoba keduanya. Saya kira join premium bisa otomatis menyortir fake account ternyata tida bisa.

Jadi saya sedang mengupgrade kemampuan bahasa Inggris untuk persiapan sekolah lagi :D. Saya lebih senang belajar otodidak, selain karena sayang budget juga tipe yang tidak betah mengikuti pelajaran di kelas. Hmm... yah dulu sewaktu di sekolah bahkan sampai kuliah sering bolos. Duh semoga mahasiswa saya tidakmengikuti jejak yang tidak baik ini. 

So, setelah membaca review dari aplikasi-aplikasi yang bisa buat belajar percakapan English online, saya pilih Speaky. Membaca ulasannya sih sepertinya keren. Lalu setelah join ... eng ing eng ... kesimpulannya punya dua sisi lah ya good and bad. 

Jadi saat saat membaca review orang lain tentang speaky, ekspektasi saya tinggi. Bisa bertemu native, berbincang berbagai topik, dan yang terpenting kesalahan-kesalahan grammar saya bisa dikoreksi oleh native. Tapi ternyata app ini lebih seperti komunitas dating. Salah masuk dong hahaha ... Di sana banyak sekali fake account yang ujung-ujungnya atau malah to the poin ngajak dating, sexting, biasanya mereka keukeuh minta nomor whatsapp dan minta foto saya (saya nggak pasang foto tampak wajah). Saya selalu menolak secara baik tapi yah responnya beragam. Yang langsung berhenti kirim chat, itu bagus. Namun ada juga yang memaki, marah, kata-kata kasar keluar semua deh. Jika menemukan yang seperti ini saran saya cukup abaikan dan go on dengan goals kamu.

Tapi diantara yang bad itu banyak juga ko yang ril human kalau istilah saya. Umumnya mereka juga join karena untuk belajar bahasa Inggris, belajar budaya, menambah pertemanan. Mereka bukan native dan berasal dari negara-negara yang bahasa ibu-nya bukan bahasa Inggris, seperti Turki, Mesir, India, Rusia, Tunisia, dll. Mereka yang di bio-nya mencantumkan sebagai native malah banyak yang fake. Kelebihan app ini pertama kita bisa bertemu teman dari berbagai negara. Sharing tentang budaya, banyak hal menarik yang saya pelajari dari mereka. Kedua, ada feature edit dan correct jadi jika ada typo atau kesalahan grammarly saat percakapan dapat saling mengoreksi.

Saya mendapatkan beberapa teman yang baik banget. Sangat bersyukur bertemu mereka. Ini sangat membantu saya meningkatkan vocabulary, sentence structure, grammar, dan yang terpenting jadi lebih terbiasa berbincang dengan bahasa Inggris. Kita belajar tidak seperti di kelas yang ada teori ini itu yang membosankan,,, hanya dengan menyimak dan merespon pembicaraan saya sudah belajar banyak hal yang ingin dipelajari. Belajar dengan cepat dan spontan. Untuk membangun kenyamanan sebaiknya bangun open minded, respect meskipun berbeda keyakinan dan prinsip, tahu goals masing-masing, don't too severe and speak even random topics, then we become friends :D.

Saya berikan tips untuk kamu yang mau join di komunitas seperti ini. Pertama, set goals clearly, tentukan tujuan dan sampaikan dengan jelas ke teman bicara kamu di awal. Saya selalu sampaikan bahwa goals saya adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris untuk persiapan study. Boleh sambil saling belajar budaya, berteman, tetapi tidak lebih dari itu. Buat rules dan stick to your rules. Saya punya dua rules: tidak memberikan nomor whatsapp ke orang asing (please baca-baca artikel di google kenapa ini tidak direkomendasikan), tidak memberikan foto ke orang asing, saya berhati-hati terhadap human trafficking. Please baca juga apa itu human trafficking. Saya tidak menampilkan foto wajah di app tersebut jadi seringkali mereka minta foto saya. 

Namun dalam kasus saya sudah merasa nyaman dengan mereka dan setelah memastikan mereka bukan fake account saya baru bersedia membagi link google scholar atau sosial media lain jika mereka ingin melihat profil saya. Lebih sering saya hanya membagi akun google scholar.

Please juga banyak menambah wawasan bahwa situs atau app yang seperti ini sering dijadikan modus human trafficking. Apalagi cewek harus ekstra hati-hati. Jangan termakan rayuan gombal cowok asing. Jika ada suddenly orang asing baru chat beberapa saat atau hari terus bilang suka, ngajak dating, atau apalagi ngajak menikah kudu diwaspadai banget. So intinya kamu harus punya rules and stick to your rules untuk keamanan kamu sendiri. Hati-hati juga terhadap scammer, biasanya mereka pedekate karena mau uang kamu.

Karena sering mengobservasi akhirnya saya tahu bagaimana membedakan real account sama fake. Pertama, si kelompok real nggak pernah memaksa meminta nomor wasap atau foto. Kedua, tidak pernah membicarakan topik dating atau sexting. Topik pembicaraan umumnya lebih bermanfaat, meskipun random. Ketiga, untuk case Speaky sebelum menerima pertemanan atau memulai pertemanan bisa cek dulu bio di akun-nya, akun tersebut mendapatkan sticker atau tidak. Akun ril umumnya memiliki beberapa stickers. Stiker ini adalah semacam feedback/penilaian yang diberikan teman ngobrol kita apakah kita cool, talkactive, helpful, atau yang lainnya. Saya selalu memberikan sticker ke teman real, demikian juga mereka melakukan hal yang sama ke akun saya. Meskipun ada beberapa yang entah mengapa bagde sticker untuk saya nggak muncul sehingga dia nggak bisa ngasih feedback. 

Nah itu aja, semoga bermanfaat untuk yang sedangsemangat belajar bahasa Inggris. Tapi ingat ya, komunitas seperti ini hanya bagus untuk low intensity learning. Untuk mendapatkan kemampuan English yang lebih baik tentunya dibutuhkan pendekatan belajar lain yang lebih serius dan mendalam. So, saran saya kedua pendekatan ini dilakukan. Bersantai sambil belajar itu perlu, tapi belajar dengan lebih serius juga sangat perlu.

Bandung, 4 September 2019

Memilih Freelancer

Hallo, lama tidak menulis di blog. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang freelancer. Well, jadi bulan ini saya telah melakukan survey untuk penelitian dan dibutuhkan 400 responden. Sudah dikerjakan 3 orang tapi karena kriteria respondennya ada syarat khusus, jadilah responses mentok sampai di angka 240. Untuk memenuhi kekurangannya saya putuskan untuk memakai jasa freelancer karena saya perlu berkonsentrasi dengan deadline yang lain. Saya targetkan untuk menambah 170 responden.

Saya membuat iklan di Sribulancer. Dalam jangka waktu 4 hari saya membuka lowongan pekerjaan sudah ada masuk sekitar 29 pelamar. Ternyata persaingan dunia kerja sangat keras yah. Saya perlu banyak bersyukur sudah mendapatkan pekerjaan tetap, meskipun kadang sering terpikir untuk segera resign :D. Meski demikian banyak juga sebenarnya freelancer yang sudah memiliki pekerjaan tetap, mungkin untuk menambah penghasilan atau menyalurkan passion mereka meluangkan sebagian waktu lagi untuk freelance.

Back to pelamar tadi. Saat itu saya menawarkan budget 450.000. Sebagian besar pelamar nego di harga sekian. Ada juga yang nego fee lebih tinggi. Namun ada juga beberapa yang nego dibawah tawaran saya. Yang nego lebih tinggi diatas budget saya tentu saja saya eliminasi. Demikian halnya dengan yang nego sangat rendah karena tidak realistis. Saya melihat profilnya satu per satu terutama track record project sebelumnya. Dan saya memutuskan memilih salah satu. Dia punya rating sempurna 5 kalo tidak salah dari sekitar 6 pekerjaan. Juga menawar harga yang lebih rendah dari bugdet saya. Katanya juga aktif di berbagai organisasi kampus jadi punya banyak jaringan. Alasan terakhir ini sebenarnya yang membuat saya mantap memilih freelancer ini.

Jadi sebelumnya saya punya pengalaman survey penelitian melibatkan freelancer juga. Anaknya saya kenal dengan baik. Dia aktif di beberapa organisasi di kampusnya. Anaknya humble, smart dan pandai bergaul jadi wajar jika temannya banyak. Saat itu saya membutuhkan 400 responden juga. Saya handle 40% dan sisanya freelancer tersebut mengingat saya perlu konsentrasi mengerjakan hal lain. Survey saya selesai hanya dalam waktu 3 pekan. Bahkan responden yang mengisi lebih dari 400 orang. Hebatnya adek freelancer ini, ketika hampir deadine dan masih kurang beberapa responden, dia sampai datengin teman-temannya ke kos mereka satu per satu untuk diminta ngisi survey saya. Saya menilai tanggungjawabnya hebat banget. Saya juga banyak aktif di organisasi saat di kampus dan sebagian besar rekan organisasi yang saya kenal punya spirit dan tanggungjawab yang sama dengan si adek freelancer ini. Pengalaman ini membekas dan mempengaruhi keputusan saya saat memilih freelancer yang di Sribulancer tersebut.

Namun ternyata kualitas pekerjaannya beda jauh. Dan saya cukup kecewa dengan itu. Progress harian sangat lambat, per hari dibawah 10 responden dan progressnya naik saat akhirnya saya turun tangan juga menyebarkan survey satu per satu japri ke teman-teman di jejaring sosial media. Dan meminta mereka untuk bantu menyebarkan juga. Menggeser deadline-deadline pekerjaan yang lain. Sedang rekan satu tim sudah angkat tangan semua. Yah apa boleh buat. Sebenarnya jika pekerjaan tidak sesuai target dari batas waktu yang ditentukan. Jika mengacu ke peraturan Sribulancer, client berhak mengajukan komplain agar pembayaran tidak diberikan. Tapi saya tidak tega melakukan hal itu. Apalagi ini freelancer nya masih mahasiswa. Yang bisa jadi mereka memang butuh biaya tambahan untuk kuliahnya.

Dari sini saya setidaknya mengambil pelajaran. Pertama, rating bagus dari seorang freelancer atas sebuah proyek belum tentu juga bagus untuk pekerjaan lainnya. Awalnya saya cukup ragu sebenarnya untuk memutuskan karena riwayat proyeknya tidak ada yang cocok. Kedua, mungkin perlu memilih freelancer dengan riwayat pekerjaan yang sama dengan yang ditawarkan. Ketiga, jangan mudah tergiur dengan biaya rendah yang ditawarkan freelancer. Tapi mungkin yang terpenting sebenarnya perlu melihat track record dari pekerjaan sebelumnya yang sama dengan yang kita tawarkan.

Eniwei ini bukan kelalaian pihak Sribulancer yah. Saya apreciate banget mereka sudah menyediakan platform yang sangat membantu meringankan pekerjaan kita. Mereka juga menyediakan workspace khusus untuk kita berkomunikasi dengan freelancer. Error-nya murni ada di saya yang kurang tepat dalam memilih freelancer. Pengalaman dengan freelancer sebelumnya ternyata tidak dapat dijadikan acuan juga. Well, mungkin seperti jodoh mungkin ya antara client dan freelancer perlu klik dulu dengan takdirnya agar pekerjaannya sukses hehehe...

Bandung, 22 Mei 2019

Hidup Bahagia Tanpa Riba

“Tiada sempurna iman salah seorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” Resume ini saya tulis sebagai salah satu bentuk cinta saya khusunya kepada IM’ers. Sekaligus menjadi pengingat bagi diri sendiri. Semoga Allah memberkahi harta kita dan menjauhkan kita dari riba.

Buku ini diawali dengan penjelasan landasan hukum riba bahwa banyak sekali firman Allah dalam Al-Qur’an maupun hadits tentang hukum dan akibat riba. Diantara ayat tersebut antara lain : “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.”  (QS. Al-Baqarah : 276). Ayat ini menegaskan bahwa harta yang mengandung unsur riba akan terhalang dari barakah. Dalam Al Baqarah: 278-279 Allah memberikan ancaman yang lebih keras kepada praktisi riba, Allah memberitahukan bahwa jika mereka tidak bertaubat ”..maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu (pelaku riba).”

Rasulullah di dalam haditsnya juga telah memberitahukan bahaya bagi orang yang melakukan praktek riba, antara lain : riba lebih parah daripada zina “Satu dirham yang dimana oleh seseorang dan ia tahu itu (riba), maka lebih besar disisi Allah daripada berzina tigapuluh empat kali.”  (HR Imam Ahmad dan Ath Thabrani). Jika satu dirham saja uang dari riba setara dengan 34 kali zina, maka bagaimana besarnya dosa dari memakan ribuan atau jutaan hasil riba? Semua yang terlibat dalam riba akan mendapatkan laknat “Allah melaknat orang yang memakan riba, yang memberi makan dengannya, kedua saksinya, dan penulisnya, lalu beliau bersabda, ‘mereka semua itu adalah sama saja.’” (HR. Muslim). Hadits ini menjadi salah satu landasan bagi ulama yang mengharamkan seorang muslim bekerja di bank konvensional. Orang yang mempraktekan riba seakan-akan menzinahi ibunya “Riba itu memiliki tujuh puluhan pintu, yang paling ringan adalah seperti seseorang yang menikahi ibunya sendiri.” (Hadits ini ada di Shahihul Jami).

Sesungguhnya riba merupakan salah satu sebab para pemakai ribawi terlilit hutang yang berat. Ibarat gali lobang tutup lobang, para pelaku utang ribawi hampir setiap kali hutang awal hampir lunas, biasanya dia akan mengambil utang lain, demikian seterusnya. Padahal Islam menjadikan utang menjadi masalah serius, sebagaimana dijelaskan dalam hadits : “Jiwa seorang mukmin itu tergantung dengan hutangnya sehingga hutang tersebut dilunasi.” (HR Imam Ahmad). Dalam hadits lain Rasulullah menyebutkan bahwa Rasulullah tidak menyolatkan jenazah orang lain yang masih menanggung hutang sedang ia tidak meninggalkan sesuatu yang dapat digunakan untuk membayarnya. Juga disebutkan bahwa Allah mengampuni seluruh dosa dan kesalahan orang yang mati syahid, dosa besar ataupun kecil, kecuali hutang.

Beberapa bentuk praktik riba antara lain : pinjaman bank dengan bunga (riba), rekening giro, asuransi, tabungan, deposito berbunga ataupun tanpa bunga yang dilakukan di bank yang melakukan sistem riba karena secara tidak langsung membantu praktek haramnya), penulisan, persaksian, pembayaran bunga, penyebaran pengumuman (promosi bank dengan praktek riba), pengambilalihan, dll. Apapun bentuk produk atau jasa nya jika yang ditawarkan menggunakan sistem ribawi, maka hukumnya adalah haram.

Dalam buku ini juga terdapat beberapa tanya-jawab seputar riba, misalnya (1) apakah riba itu haram bagi debitur atau kreditur? Haram. (2) banyak orang berhutang riba karena alasan darurat, namun ini juga tidak dibenarkan karena kondisi kriteria darurat dalam Islam jika seseorang akan kehilangan kehidupannya atau dia akan mati karena kelaparan. (3) bagaimana hukum si penjamin pinjaman di bank, misal si A meminjam uang di bank namun jaminan/agunanan a.n. sertifikat si B, maka si B juga juga termasuk berdosa selama ia tahu bahwa jaminannya digunakan untuk pinjaman di bank yang mempraktekan sistem ribawi. Juga pertanyaan lain misalnya tentang hukum bekerja di bank; cara membersihkan harta dari riba jika sebelumnya ia melakukan praktek riba dan ingin bertaubat; hukum menabung uang di bank konvensional baik berbunga atua tanpa bunga; dll.

Terakhir dalam buku ini dijelaskan bagaimana seseorang bertaubat dari riba, yakni : mengkui bahwa riba adalah haram, percaya bahwa Allah yang memberi rejeki, wajib ridha atas rejeki sedikit yang halal, bertekad kuat untuk tidak mengambil kredit/utang di bank yang menerapkan sistem riba, bersegera melunasi hutang, berdo’a agar Allah menjauhkan dari riba, dll.

Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Mengampuni Dosa. Allah akan mengganti keburukan akibat praktek ribawi dengan kebaikan selama hambanya mau bertaubat. Sesungguhnya rejeki ada ditangan Allah, seseorang tidak akan kelaparan karena tidak memakan riba. Dan sesungguhnya keselamatan agama lebih berharga daripada harta dunia. Kemudahan mendapatkan harga dalam praktek riba adalah ujian bagi umat muslim. Wallahu’alam bishawab.

Dari buku "Hidup Bahagia Tanpa Riba" yang ditulis oleh Abu Abdirrahman Ali Khumais Ubaid

Popular Posts

 
Support : facebook | twitter | a-DHA White Series
Copyright © 2013. Moving Forward - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger