Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Fakta Unik Tidur


Kali ini saya akan mengajak anda untuk berbicara sedikit tentang tidur. Dari judulnya kelihatan aneh ya? hehe... semoga paska membaca ini tidak terlena untuk terlelap tidur ^^. Apa sih yang dimaksud dengan tidur? Tidur didefinisikan sebagai suatu keadaan bawah sadar dimana seseorang masih dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau rangsang lainnya. Tidur bisa juga diartikan sebagai proses fisiologis yang siklusnya bergantian dengan periode yang lebih lama dari keadaan terjaga.

Berapa jam anda tidur dalam sehari semalam? Biasanya jumlah tidur bayi rata-rata 12 jam, bahkan lebih. Sementara itu sebagian orang dewasa rata-rata tidur 8 jam sehari. Semakin tua seseorang, biasanya waktu tidurnya semakin sedikit. Entah mengapa, namun itulah yang terjadi. 

Membaca biografi beberapa tokoh yang sukses, agak aneh rasanya mengetahui pola tidur mereka. Beberapa contoh diantaranya adalah Bill Gates, sang milyarder jenius yang telah diterima di Harvard University bahkan sebelum dia lulus SMU. Bill Gates memiliki pola tidur yang terbilang sangat aneh. Ia bisa melek sampai 36 jam atau lebih, kemudian tidur selama 10 jam, bangun membeli piza lalu bekerja lagi meskipun saat itu jam 03.00 dini hari. Boleh dikatakan Bill Gates menganut pola hidup yanga amburadul, apalagi jam tidurnya. Ia bisa tidur dimanappun, kapanpun. Begitu tertidur sambil menutup kepala dengan selimut ia akan terlelap tidak peduli pukul berapa atau betapapun bisingnya. Bill Gates banyak menghabiskan waktunya di depan komputer untuk bekerja.

Kebiasaan tidur para wartawan harian pun menarik untuk kita cermati. Ada yang mengatakan bahwa para wartawan merupakan manusia-manusia malam. Maksudnya, aktivitas mereka sebagian besar dilakukan di malam hari, dari mulai mengetik berita, mengedit, mengirim ke kantor pusat, bahkan sampai me-lay out. Itu semua mereka lakukan dalam rangka mengejar deadline agar berita tidak terlambat dicetak pada pagi harinya. Asal tahu saja, waktu yang tersedia untuk mendapatkan berita, mengetik, mengirim, sampai ke tangan redaktur semua dilakukan dalam rentang waktu sekitar 6 jam. Subhanallah.

Dan saya juga pernah membaca aktivitas beberapa mahasiswa peraih beasiswa di luar negeri, pola hidupnya juga menarik untuk dicermati. Mereka terbiasa tidur tengah malam atau lebih. Sebagian besar waktunya digunakan untuk penelitian...penelitian...dan penelitian...^^. Kalau tidak percaya tanya saja deh sama temannya yang mungkin ada yang kuliah di luar negeri. 

So, mau pilih pola tidur yang mana? 

Bukti Kalau Pejabat Indonesia Paling Korup


Mohon maaf sebelumnya kalau judul di atas mungkin agak menyinggung sebagian pejabat Indonesia, namun saya yakin tidak demikian semuanya. Ini hanya sebuah kisah fiktif ringan sebagai perbandingan tingkat korupsi di Indonesia dengan beberapa negara di dunia. 

Alkisah, seorang tokoh dunia yang sudah meninggal dunia dan ada di alam baka. Tokoh dunia itu dijemput Malaikat dan diajak keliling akhirat dimana semua jam antik yang pernah diciptakan manusia ada di dalamnya. Jam-jam itu sangat bagus, beraneka rupa, dan bahannya ada yang terbuat dari emas, perak, sampai batu permata. Si tokoh dunia senang melihatnya namun kemudian ia heran karena menemukan sebuah keganjilan dari jam-jam tersebut. Apa sebab, jam-jam tersebut kecepatan putarannya berbeda-beda. Ada yang cepat, ada yang lambat, bahkan ada yang seperti tidak bergerak sama sekali. karena heran ia kemudian bertanya kepada malaikat. 

"Tuan Malaikat, kok jarum jamnya muternya lain-lain sih?" ujar si tokoh dunia.

"O...itu yang membuat anda bingung? Putaran jarum jam itu adalah indikator tingkat korupsi di seluruh dunia yang berbeda masing-masing negara. Kalau cepat berarti tingkat korupsinya tinggi, sedangkan kalau lambat berarti korupsinya rendah. Lihat nih jam dari Brunei Darussalam, jarum jamnya bergerak sangat lambat. Ini menunjukkan hampir tidak ada korupsi sama sekali di Brunei. Jadi tidak heran jika rakyatnya sangat makmur." kata Malaikat.

"O.... begitu..." tokoh dunia itu mengangguk-angguk.

"Lihatlah itu juga, jam Amerika. jarum jamnya bergerak sedang, tidak terlalu cepat tidak juga terlalu lambat seperti Brunei. Jadi di Amerika tingkat koruspinya sedang jadi rakyatnya relatif masih makmur." tambah Malaikat.

"yaya...." tokoh dunia itu mengangguk lagi. Mereka berkeliling melihat jam korupsi dari seluruh dunia, negara Eropa, Asia, sampai Afrika. Tampak kalau negara Afrika rata-rata agak cepat berputarnya sebab korupsi masih marak, begitupun dengan beberapa negara di Asia. Sampai akhirnya tokoh dunia tersebut seperti tersentak bingung dan langsung bertanya.

"Kok sampai semua jam sudah saya lihat, saya tidak melihat jam milik Indonesia ya? apakah berarti Indonesia bebas dari korupsi? hebat juga ya. Berarti pemimpin Indonesia memang sholeh-sholeh." Ujar tokoh dunia kagum.

"Tentu saja jam negara Indonesia dari tadi tidak anda lihat sebab semua jam dari Indonesia ditaruh di atas." Malaikat menunjuk ke langit-langit.

"loh ko bisa?" sang tokoh dunia bingung.

"ya iyalah muternya cepet banget ko, jadi saya jadiin kipas angin saja sekalian."

"??!!..."

source: Majalah Hidayah edisi Maret 2012, dengan sedikit di edit. Just for fun ya :)

Bunuh Diri di Korea Duduki Tingkat Teratas Dunia


Malam-malam iseng buka yahoo news ada berita yang cukup menarik bagi saya. Mengapa Selebritis Korea Rentan Bunuh Diri? Di dalam news tersebut dipaparkan bahwa angka bunuh diri artis di korea cukup tinggi. Dan walaupun tidak ada catatan akurat secara statistik namun tingkat bunuh diri di kalangan artis Korea ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan artis di Amerika, Eropa atau Jepang.  Yang mencemaskan lagi adalah peristiwa bunuh diri para seleb ini tidak jarang diikuti oleh para penggemarnya. Oh Kangsub seorang psikiater di RS Kanbuk Samsung mengatakan bahwa ketika seorang artis bunuh diri penggemar mereka akan mengikuti aksi sang idola. Sungguh ironis. 

Saya mencoba search berita lain dengan keyword angka bunuh diri di Korea ternyata hasilnya cukup mencengangkan. Salah satu artikel menuliskan bahwa bunuh diri di Korea menempati posisi tertinggi di dunia. Tahun 2009 jumlah kasus bunuh diri mencapai 14.579 yang menunjukkan kenaikan sebesar 18,8 % dari 12.270 kasus di tahun sebelumnya. Ini berarti tingkat bunuh diri pada tahun 2009 saja sudah sekitar 29,9 % untuk setiap 100.000 orang. Total populasi di Korea pada tahun tersebut adalah 48.746.693 jiwa. 

Berdasarkan data OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) pada tahun 2010 menunjukkan angka 21,5 % kasus bunuh diri dari setiap 100.000 orang. Dari data ini, Korea tetap menduduki peringkat teratas kasus bunuh diri dari 30 negara anggota OECD. 

Sebenarnya apa penyebab tingginya angka bunuh diri di Korea? Hwang-Sang Min, spikolog dari Yonsei University mengungkapkan bahwa orang Korea cenderung membentuk identitas mereka sesuai dengan pandangan orang lain terhadap dirinya. Selain itu, mereka juga memilki konsep Han yaitu konsep bersikap diam dan berusaha tabah walaupun dalam keadaan marah. Pada kasus selebritis Korea, bunuh diri banyak disebabkan karena para artis ini tidak bisa melaksanakan konsep Han dengan baik. Pekerjaan sebagai selebritis yang sangat lekat dengan urusan popularitas membuat konsep Han sangat berat untuk dilaksanakan terutama jika mereka sedang mengalami situasi buruk. Hal ini memicu para artis menjadi frustasi, depresi, dan akhirnya menyerah dengan cara bunuh diri.

Faktor kedua adalah kurangnya program konseling di kalangan masyarakat Korea. Budaya Korea yang cenderung tertutup membuat orang yang sedang bermasalah terutama artis malu jika ketahuan publik pergi ke konseling atau malu jika diketahui oleh orang lain sedang depresi. 

Faktor ketiga yakni tidak adanya Agama. Agama juga memegang peran penting dalam tingginya kasus bunuh diri di Korea. Hampir setengah dari penduduk Korea tidak memilki agama (atheis) sehingga ketika mereka mengalami depresi, penghargaan terhadap nilai kehidupan teramat rendah. 

Faktor keempat adalah adanya kepercayaan teori reinkarnasi, sehingga orang yang sedang mengalami masalah berat cenderung lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya. Mereka mempercayai bahwa dengan cara mati mereka akan dapat menjalani kehidupan baru yang mungkin lebih baik dari sekarang. 

Pihak kepolisian memperkuat laporan berbagai faktor tadi sebagai penyebab tingginya kasus bunuh diri di Korea. Menurut laporan kepolisian bahwa 28,8 % kasus bunuh diri disebabkan oleh masalah psikologis/psikiatris, 21,88 % karena masalah fisik/penyakit (mungkin depresi akibat sakit yang tidak kunjung sembuh), dan 16 % akibat masalah ekonomi. Dari pihak kepolisian tidak dijelaskan berapa persen angka bunuh diri yang disebabkan karena faktor agama. Namun saya berpendapat bahwa sekian angka bunuh diri di Korea faktor pemicu utamanya adalah karena mereka tidak punya agama dan tidak mengenal Tuhan sehingga tidak dapat menghargai nilai kehidupan. 

Usia yang paling rentan pada kasus bunuh diri ini adalah mereka yang berusia di atas 61 tahun (31,65 %), diikuti kelompok usia 41-50 tahun (19 %), kelompok usia 31-40 tahun (17,2 %), dan sedangkan kelompok usia 51-16 tahun sebanyak 16,65 %. 

Sebagai langkah antisipasi, kabarnya pemerintah Korea saat ini sedang gencar menggalakan program konseling di rumah sakit untuk membantu para warga yang sedang depresi. 

Mungkin bisa diusulkan kepada pemerintah Korea agar melakukan terapi ruhiyah dan memperkenalkan masyarakat agar mengenal Tuhan dan agama agar kasus bunuh diri berkurang. Ini peluang besar untuk dakwah di Korea. Ayo muslim Korea segera bergerak. Bahu membahu dengan pemerintah untuk menurunkan angka bunuh diri di Korea ^__^.

sumber gambar: http://addiens.files.wordpress.com/2010/01/gantung-diri-kartun.gif

Ternyata Bangsa Yahudi Takut Sama Sholat Subuh


“Barangsiapa yang melakukan shalat berjama’ah di waktu isya, maka ia seolah melakukan shalat separuh malam. Barangsiapa yang sholat shubuh dengan berja’maah maka ia seperti shalat satu malam penuh.” (HR. Muslim)

Peringatan itu benar-benar terjadi. Yakni tentang generasi belakangan yang buruk dan menyia-nyiakan shalat. Padahal dahulu para Nabi dan Rasul telah mengajarkan kepada keluarga mereka, umat mereka, betapa mereka harus mendirikan shalat. Ya.. generasi yang buruk itu saat ini berhamparan di muka bumi. 

Generasi yang menyia-nyiakan shalat. Bila mereka meninggalkan shalat dan tidak mengerjakannya dengan keyakinan bahwa shalat itu tidak wajib, maka mereka telah kufur. Bila meninggalkannya karena malas, mereka adalah orang-orang fasik. Dan ada lagi orang yang menyia-nyiakan shalat (melambat-lambatkan) dalam bentuk mengulur waktu shalat. Inilah seburuk-buruknya generasi. Diantara shalat lima waktu, sholat shubuh memiliki keistimewaan sendiri. Shalat shubuh dilakukan diawal perlawanan harian kita melawan rasa kantuk dan malas. Sedangkan shalat-shalat yang lain secara umum dilakukan disaat kita terjaga.

Seorang pemimpin Yahudi konon pernah menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan umat Islam, kecuali pada satu hal yaitu bila jama’ah shalat shubuh mencapai jama’ah shalat Jum’at. Ya..tanpa shalat shubuh umat Islam tidak lagi memiliki wibawa. Tidak selayaknya kita mengharapkan kemenangan, kehormatan, kemuliaan, dan sebagainya bila kita lalai mengerjakan shalat shubuh.

Entahlah. Biarlah hati kita masing-masing bicara tatkala membaca wasiat langsung pelaku bom syahid termuda di Palestina, Muhammad Fathy Farahat (17 tahun). Inilah wasiatnya: “Saudaraku umat Islam, ketahuilah bahwa shalat shubuh berjama’ah adalah rahim yang melahirkan para pejuang dan pahlawan. Ia adalah tempat peraduan orang-orang ikhlas. Melaksanakan shalat shubuh berjama’ah adalah ciri-ciri para mujahidin, indikasi kemenangan, dan sifat orang-orang shalih. Sungguh amat banyak kebaikan yang tak ternilai di waktu itu.” Wasiat itu ditulis oleh Farahat pada hari Jum’at 1 Maret 2002, 1 hari sebelum ia melakukan serangan yang mengantarkannya pada syahid yang ia dambakan. Subhanallah. 
Shalat shubuh berjama’ah. Demikian penting dan hebatkah pengaruhnya? Begitu muliakah waktu tersebut sehingga ia menjadi salah satu diantara rahasia para pejuang Palestina yang tak pernah takut menghadapi tentara dan tank-tank Israel? Tak pernah gentar dengan serangan rudal. Bahkan tak pernah gemetar meskipun melakukan aksi bom meraih syahid. Subhanallah...

Bagaimana dengan kita? Bayangkan jika kita adalah seorang mahasiswa yang selalu terlambat masuk kelas. Kita adalah satu-satunya mahasiswa yang sering terlambat. Sedangkan saat itu teman-teman kita sudah duduk rapi di kelas, dosen kita sudah berada di depan dan siap memberikan materi kuliah. Bagaimana pandangan teman-teman dan dosen kita terhadap kita? Lalu apa yang berkecamuk dalam hati kita? Malu? Bingung? Menyesal? Atau cuek saja? Dan bagaimana jika “terlambat kita” tidak hanya sekali, dua kali, tapi berulangkali? Bayangkan lagi, apa hukuman yang akan diberikan dosen atau mungkin fakultas terhadap mahasiswa yang sering terlambat terus menerus.

Bandingkan keadaan tersebut dengan shalat shubuh kita atau shalat-shalat yang lain. Jika kita berada diantara orang-orang yang disiplin dengan shalat shubuh berjama’ah. Sementara kita selalu tertinggal untuk shalat berjama’ah. Mungkin kita sudah berusaha menyiapkan alarm yang akan membangunkan kita setiap pagi. Tapi barangkali tak sedikit diantara kita yang hanya mematikan dering alarm kemudian kita tidur kembali. Atau mungkin setiap pagi orang tua kita, kakak kita, teman kita selalu membangunkan untuk shalat shubuh berjama’ah. Namun lagi-lagi kita hanya menjawab panggilan dan tertidur kembali. Kita lalu menyesal, tapi...hanya sebatas menyesal ternyata kita mengulanginya kembali di hari esok. Dan begitu seterusnya, sehingga kita selalu ketinggalan jama’ah shalat shubuh.

Alangkah meruginya orang-orang yang sering terlambat shalat shubuh. Dalam satu riwayat, Rasulullah saw menyebutkan “siapa yang melaksanakan shalat shubuh berjama’ah, maka ia akan berada dalam perlindungan Allah. Apabila seseorang dalam perlindungan Allah, pasti Allah tidak akan menuntut apapun dari dirinya. Karena siapa yang dituntut oleh Allah dengan kekuasaan-Nya pasti tercekal. Dan barangsiapa yang tercekal pasti akan dilemparkan ke dalam api neraka.” (HR Muslim Ahmad)

Shalat shubuh adalah kekuatan. Kekuatan yang hanya bisa diperoleh oleh orang-orang yang kuat. Kita menjadi benar-benar kuat bila mengambil sumber kekuatan dari Yang Maha Kuat. Maka shalat shubuh pada dasarnya adalah bagaimana mengambil energi dari langit.
Shalat shubuh adalah perlawanan. Perlawanan yang hanya bisa dimenangkan oleh orang-orang yang kuat. Ketika syetan mengubah telinga-telinga manusia dengan kubangan kencing, orang-orang lemah terlelap kembali. Dan pagi berlalu tanpa sempat mengambil energi kekuatan. Sementara orang-orang kuat bergegas dengan semangatnya melawan tipu daya syetan.

Perlawanan terbesar dalam hidup dimulai dari sini. Dari perlawanan kita terhadap diri sendiri di shubuh yang dingin dan menenggelamkan. Setelah itu, segalanya menjadi ringan. Semakin banyak orang malas sholat shubuh, akan semakin banyak orang-orang lemah. Semakin sedikit orang-orang yang mau shalat shubuh tepat waktu, semakin sedikit pula orang yang kuat.
Maka, bila suatu negeri yang kaya raya terus menerus terpuruk, jatuh dalam kesulitan sesungguhnya kesulitan itu hanyalah gambaran bahwa betapa penduduknya adalah orang-orang yang lemah, orang-orang yang tidak jujur dan orang-orang yang lalai. Negara ditipu, rakyat dikhianati. Apa kaitannya dengan shalat shubuh? Allah berfirman “Sesungguhnya orang-orang munafik menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisa: 142). Rasulullah menegaskan, bahwa shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat shubuh dan shalat isya.

Sebuah perjuangan harus kita mulai dari sini. Dari shubuh ini. Bila shubuh kita terlambat lagi, kita hanya akan melengkapi deretan generasi belakangan yang jelek dan menyia-nyiakan shalat. Negeri ini dan Islam hanya akan bangkit di tangan orang-orang yang kuat, yang punya energi shubuh. Dengarlah ungkapan Ibnu Mas’ud: “Selagi engkau berada dalam shalat, berarti engkau sedang mengetuk pintu Allah. Dan, siapa yang mengetuk pintu Allah, maka pintu itu akan dibukakan untuknya.”

simber gambar: http://www.muslim-cerdas.com/wp-content/themes/sahifa/timthumb.php?

Popular Posts

 
Support : facebook | twitter | a-DHA White Series
Copyright © 2013. Moving Forward - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger