Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Tepat 10 Tahun


Tepat 10 tahun saya mengelola blog ini. Blog terlama yang pernah saya kelola. Saya pernah mengelola 5 blog yang berbeda. Terima kasih untuk visitors yang selalu meramaikan statistik kunjungan laman saya. Tahun 2014 statistiknya menembus angka >60.000 kunjungan laman per bulan dan sekarang karena jarang diupdate hanya sekitar 19.000-20.000 kunjungan laman per bulan.

Hanya satu harapan saya, bahwa apa yang saya tuliskan disini bermanfaat untuk pembaca. Saya sangat suka menulis sejak sekolah dasar. Saat itu saya hanya menulis di buku catatan sekolah atau di buku harian. Banyak sekali buku diary yang saya miliki. Sampai usia high school saya masih menulis diary. Saat kuliah bachelor, teman saya memperkenalkan blog dan saya mulai belajar menulis di blog, belajar secara otodidak dari mulai membuat, mengisi konten, dan mengedit template. Tujuan saya saat itu hanya satu, hobi menulis saya tersalurkan.

Seiring waktu saya mulai menulis konten yang lebih bermanfaat. Dari sekedar menulis menjadi berbagi inspirasi, berbagi pengalaman. Suatu saat seorang teman pernah bertanya, “topik apa yang kamu tulis sampai statistiknya 60.000 per bulan.” Saya bilang saya tidak punya konten yang spesifik. Random berdasarkan apa yang saya alami, saya baca, dan saya rasakan saat menulis. Saya menulis di blog seringkali untuk refresh dari pikiran yang penat. Saya bahagia saat menulis. Bahkan seringkali cara saya untuk break dari setumpuk deadline yang menguras energi adalah dengan menulis. Saya justru capek ketika melakukan traveling. Meskipun refersihing seperti itu terkadang butuh juga. Jadi pada akhirnya menulis menjadi sebuah kebutuhan.

Hobi ini pada akhirnya sangat bermanfaat dalam mendukung karir saya sebagai dosen. Salah satu kewajiban saya adalah melakukan penelitian dan publikasi ilmiah. Diantara tiga Tri Darma untuk dosen, penelitian adalah bidang yang paling saya sukai. Why? Passion menulis saya dapat disalurkan dengan baik disini meskipun sangat berbeda antara gaya menulis dengan topik random dan menulis naskah publikasi ilmiah. Dari satu penelitian setidaknya saya dapat membuat 1-3 naskah publikasi baik untuk prosiding maupun jurnal yang semuanya lolos auto plagiarism. Jika pun terdeteksi adanya auto plagiasi biasanya tidak lebih dari 5% dan masih dapat dikurangi dengan teknik parafrase yang baik.

At least sejak tahun 2014 ada  10 naskah publikasi yang sudah dibuat baik yang sudah terbit maupun yang sudah accepted namun belum dipublikasikan. Tidak termasuk laporan skripsi dan tesis ya hahah... Ditambah 2 buku antologi, yang satu sudah diterbitkan oleh Dee Publish yang satu masih tahap editing oleh penerbit Rumedia. Saya masih berencana untuk menulis beberapa buku bahan ajar di masa mendatang. Insha Allah.

Tahun 2014, saya dan beberapa orang teman dari beberapa kampus UGM, IPB, Universitas Brawijaya, dan ITB mendirikan sebuah komunitas bernama Indonesia Membaca. Tujuannya adalah untuk membangun habit membaca masyarakat Indonesia. Jadi disamping saya suka menulis, saya juga suka membaca. Membaca dan menulis adalah dua aktivitas yang tidak dapat dipisahkan. Terlebih jika itu berkaitan dengan menulis publikasi jurnal. Aktivitas di Indonesia Membaca, selain membaca juga menulis. At least setiap member membaca minimal 1 buku per bulan dan menuliskan resumenya untuk dishare di grup komunitas, sosial media dan blog komunitas. Membernya sangat beragam dari mulai pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, sampai profesional. Sayangnya tahun 2018 saya memutuskan keluar dari komunitas ini karena aktivitas di kampus yang sangat padat.

Seiring waktu saya pun dapat menghasilkan uang dari menulis. Bisnis online saya pertama kali di tahun 2011 berawal dari saya suka menulis review produk kosmetik di blog dan sosial media. Karena banyak yang menanyakan produknya jadilah saya jualan. Awalnya hanya di blog, lalu sosial media, lalu marketplace. Saya mendapatkan banyak reseler dari sana, namun pada akhirnya saya memilih untuk fokus studi mengejar mimpi saya yang lain dan bisnisnya saat ini masih diteruskan oleh kakak. Penelitian saya hampir semuanya didanai melalui grant, hanya saja butuh effort untuk menulis proposal yang baik. Buku tidak saya hitung sebagai penghasilan karena komitmen dengan teman-teman bahwa 100% keuntungan untuk kegiatan sosial. Dari blog ini juga lumayan, sejak terdaftar di google adsense ada fee dari iklan-iklan yang masuk. Tapi ini mah tidak perlu dihitung juga yah karena sangat receh hahah...

So, apa yang ingin saya sampaikan adalah setiap orang memiliki passion yang unik. Teruslah untuk menggali minat dan bakat kamu. Bukan untuk uang namun untuk kebahagian kamu sendiri. Percaya deh uang akan mengikuti passion kamu seiring usaha yang kamu bangun untuk mengasah itu menjadi bagian hidup yang lebih bermanfaat untuk orang lain. Selama menulis saya tidak pernah berfikir tentang uang. Bahkan mungkin kadang kala saya merelakan waktu yang seharusya bisa dapat uang hanya untuk menulis topik-topik receh dan random. Momen nya itu yang saya nikmati. Dan pada akhirnya Allah yang memampukan saya untuk menulis pun memberikan limpahan rejeki lainnya atas itu. Alhamdulillah.
my private doc

Welcome to Sweden

Menyambung post sebelumnya, Belajar dari Negeri Paling Inovatif di Dunia, beberapa dokumentasi foto saya post disini, semoga menjadi inspirasi, someday kamu diberikan Allah rejeki untuk belajar juga di sana atau di negara lain yang kamu impikan. Mohon doanya juga agar saya dapat lanjut S3 di negara impian saya yah. 

Fasilitator dari Lund University dan peserta Training Entrepreneurship and Innovation System dari Indonesia, disini ada perwakilan dari Kemenristek; RISPRO LPDP, BPPT, Kementrian Perindustrian, Badan Standarisasi Nasional (BSN), BMKG, Badan Geospasial Indonesia (BIG), Universitas Indonesia, SBM-Institut Teknologi Bandung, UNDIP, Universitas Teknologi Sumbawa, dan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Bersama Walikota Lund, jadi disini kami kunjungan ke government, universitas, inkubator, dan bisnis

Kelas Entrepreneur di Jurusan Entrepreneurship, Fakultas Ekonomi, Lund University
Salah satu sesi di kelas

Bersama Mbak Tere (Kemenperin), Mbak Nia (Kemenristek), Ibu Lukita (BMKG), dan Atin (RCDC MITI Gorontalo

Mampir (foto doang hehehe) di pasar pagi dekat penginapan, bersama ibu Yani (dosen UI), Ibu Lenggo (Kemenristek), Ibu Dyah (Kadiv RISPRO LPDP), dan Ibu Lukita (BMKG). Disini kita bisa beli sayur, buah, bunga segar yang harganya relatif lebih murah daripada di Swalayan. 
Kalau tidak salah ini gedung walikota, Lund. Saya agak lupa karena banyak sekali tempat yang dikunjungi
Kota yang sepi, ini masih sore tapi sudah gelap

Suasana pagi sekitar jam 8.30 an  tapi masih gelap yah karena matahari tak bersahabat kalau di musim dingin, Jam kerja normal antara jam 9 - 16 sore. 
Restauran disini self service dari mulai ambil makan-minum sampai mengembalikan wadah bekas makan ke tempat-tempat yang sudah disiapkan, dimana naroh gelas, piring, atau sendok-garpu
Weekend di Stockholm
Kunjungan ke inkubator bisnis, inkubator teknologi, dan small medim enterprise seperti Medicon Village Science Park, life science research park yang fokus pada research medis. Kami juga mengunjungi Sony Ericsson, Krinova Inkubator Science and Park, Malmo, Tetra Pak, Ideon, dan mungkin beberapa yang saya lupa
Last day training, penyerahan sertifikat
Farewall dinner, disini taste nya lebih bersahabat, atau mungkin karena lidahnya sudah bisa beradaptasi
Back to Indonesia, ini di bandara Copenhagen, Denmark
Transit yang panjang selama 8 jam di Doha, Qatar. Bandaranya keren banget musholanya nyaman, airnya hangat, ada kamar tidur dengan single bed, free khusus untuk laki-laki, perempuan, atau family di ruangan terpisah.  Ada tour gratis keliling Doha selama 1-2 jam untuk yang transitnya lama. Saat itu saya dan mbak Tere mau ikut tapi sayangnya pihak bandara tidak mengijinkan, alasannya karena ceweknya yang ikut hanya kami berdua, lainnya laki-laki. Wow salut juga yah mereka sangat menjaga interaksi dengan yang bukan muhrim. Someday jikalau Allah takdirkan bisa ke sini lagi diagendakan untuk ikut free tour-nya. Saya sudah sama suami insyaALLAH hahaha
Bapak Sven-Thore Holm, CEO Lundavision yang banyak membantu kami di sana 
Kunjungan di MINC, Malmo, ini adalah hub start up dan entrepreneur di Lund. Mereka fokus melakukan coaching bisnis, international network, creative workspace, dan banyak program untuk mendorong tumbuhnya start up bisnis di Sweden. 
Abaikan kedua bapak-bapaknya yah hehe, gedung di belakangnya adalah gedung tertinggi di Swedia, bahkan di Skandinavia, tingginya sekitar 190 meter. Gedung ini termasuk salah satu gedung yang punya arsitektur unik di dunia. 

Popular Posts

 
Support : facebook | twitter | a-DHA White Series
Copyright © 2013. Moving Forward - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger